“Please get out of my head”
Akhir-akhir ini kamu selalu memenuhi isi kepalaku. Jangan kamu pikir aku senang dengan semua
itu. Rasanya seperti mau pecah. Penuh! Katakan, jika memang kamu tahu
bagaimana agar kamu tidak selalu memenuhi kepalaku?
Bukannya aku ingin amnesia dengan semua yang telah dilalui, hanya
saja, mulai saat ini, aku sungguh ingin kamu pergi dari kepalaku!
Entahlah.
Aku tidak tau kamu salah apa, aku pun tidak jelas mengetahui aku
sendiri kenapa. Aku hanya ingin, kita ada dalam jarak yang jauh. Aku
hanya ingin perasaan ini sama seperti ketika aku belum mengenal kamu.

Smile.
Nope, It’s a faking smile.
————–
Sejenak aku merasakan bahwa senyuman yang barusan aku berikan
adalah sebuah senyuman palsu. Hanya untuk menyenangkan seseorang yang
berpapasan denganku, menyenangkan lawan bicaraku, dan menyenangkan semua
orang, tetapi tidak hatiku. Sigh.
Wanita memang pandai merahasiakan sesuatu. Wanita pandai menyimpan
sejutaa rahasia didalam hatinya, dan tertutup rapat hanya untuk dirinya
sendiri. Sebutan super menurutku memang pantas diberikan pada seorang
wanita. Wanita memang pandai
menyimpan rahasia bertahun-tahun, sampai akhirnya hanya keadaanlah yang
dapat membuka gemboknya.
Should I give all of the people a smile, although that’s a faking smile?