Label

Selasa, 21 Agustus 2012

Idul Fitri 1433 H

Happy Idul Fitri 1433 Hijriah!!

 

Beruntung, berbahagia dan bersyukurlah buat kalian yang merayakan Idul Fitri bareng keluarga kalian, complety. yup, complete family :)

Semakin kesini, aku semakin ngerasa kalo hikmah lebaran sebagai ajang silaturahmi keluarga itu udah mulai luntur..

Dulu..

Beberapa tahun yang lalu, kayaknya aku seneeeeeenggg banget kalo udah lebaran.
Lebaran itu ajang berkumpulnya keluarga besar, ajang aku ketemu sama sodara-sodara sepantaran yang jarang ketemu, ajang makan besaaaar bersama keluarga yang besaar, ajang pake baju baru, ajang nginep dirumah nenek dengan tidur berbaris kayak ikan asin dijemur.. aahh.. pokoknya lebaran dulu tuh, sweet abis :')

Dulu itu, lebaran selalu aku nanti-nantiin. Ya karena itu, It's a family day <3
Tapi sekarang, semakin aku dewasa, entah kenapa semuanya semakin beda.

Lebaran tahun ini sedikit engga aku nikmatin, aku kangen lebaran 7 tahun yang lalu saat nenek masih ada, semua keluarga ngumpul silahturahmi bareng-bareng pokoknya itu momen terindah yang aku inget kita juga foto keluarga semuanya jarang-jarang loooh tapi ya mungkin itu adalah tanda perpisahan dari nenek karena engga lama kemudian nenek aku meninggal dunia aaaaaa i miss u :( nenek aku itu the best grandma deh :3

Aku kangen main sama sepupu-sepupu, aku lebih suka kita masih kecil main bareng-bareng engga ada jaim-jaiman kalau sekarang udah pada gede sibuk sama urusannya masing-masing, main hp aja kerjaanya meskipun lagi ngumpul.


Tapi segimanapun cueknya mereka, aku tahu kok kalau mereka masih peduli dan sayang sama keluarga besar nya {} Look this!


 oh, absurd family-_-

Ah iya! Tahun ini juga ada sedikit yang berbeda, tapi dalam hal positif tentunya  :) . Ada pendatang baru yang belum lahir di keluargaku, ya! Ada bayi di dalam perut kakak pertama aku :) . Engga sabar nunggu kelahirannya;)
 look at her belly!

Pokoknya kangen sangat sama keluarga besar. Semoga tahun depan dapet kesempatan untuk berkumpul dengan seluruhnya walaupun hanya sebentar.  :)

See you soon all!  ;)



Senin, 20 Agustus 2012

Indonesia Sudah Medeka

Sebenernya agak telat kalau mau nge-post soal ini, tapi berhubung pengen banget nge-post engga apa apa telat juga deh ya :3 maap kalau jelek^^
Lets read!












Jangan Pernah Berkata Indonesia belum merdeka karena tak terhitung darah yang sudah tertumpah hanya untuk berkata,“Indonesia Merdeka!!!”

Setiap mau tanggal 17 Agustusan, ada banyak hal menarik yang dilakukan orang Indonesia untuk memperingati hari bersejarah ini. Mulai dari lomba-lomba kecil-kecilan, panjat pinang, makan kerupuk, sampai upacara bendera. Hal-hal tersebut bahkan sudah menjadi rutinitas tahunan sebagian besar orang Indonesia, baik yang tinggal di dalam maupun diluar negeri.

Selain itu, momen 17 Agustusan juga memberikan keuntungan dan kesempatan bagi beberapa kelompok orang di Indonesia. Bagi para pedagang, 17 Agustusan merupakan momen untuk mencari tambahan uang dengan menjual bendera. Bagi tukang becak, ini waktu untuk mendapatkan uang saku dengan ikut pawai 17 Agustusan. Bagi para napi, mimpi untuk bisa keluar dari penjara secepatnya bisa menjadi nyata melalui remisi yang diberikan setiap tanggal 17 Agustus.

Tapi, ada satu kebiasaan yang sangat kurang menarik dilakukan setiap 17 Agustusan. Selalu bikin risih gitu. Tetapi sayangnya, orang-orang itu selalu melakukan kebiasaan ini. Kebiasaan itu adalah kebiasaan berkomentar bahwa “Indonesia sebenarnya belumlah merdeka, karena bla.. bla.. bla..” untuk membenarkan komentar ini biasanya dibawalah alasan –alasan yang menggambarkan kekurangan Indonesia atas nama rakyat. Rakyat kita masih banyak yang miskin, masih banyak yang pengangguran, masih banyak yang putus sekolah, masih banyak yang melarat karena produk-produk dalam negeri banyak yang diimpor, masih banyak sengsara karena uang mereka dikorupsi, masih banyak yang bla..bla..bla… yang akhirnya ditutup dengan sebuah kalimat indah tapi menyakitkan untuk didengar “Kalau dulu orang Indonesia di jajah oleh kompeni dan Jepang, sekarang orang Indonesia dijajah oleh bangsanya sendiri”.

Walaupun komentar ini benar adanya dalam kehidupan di Indonesia, rasanya ada kata-kata yang lebih positif lagi untuk menyampaikannya. Sebagai gambaran, ketika nilai ulangan saya rendah, guru saya selalu memulai komentarnya dengan hal yang positif baru kemudian menyampaikan ketidaksukaannya terhadap hasil nilai ulangan saya.

Sebaiknya kita bisa bangga dengan bangsa sendiri serta merayakan ulang tahunnya dengan penuh kebahagiaan. Saya hanya miris membayangkan seandainya pahlawan-pahlawan sudah gugur dalam meraih kemerdekaan ini mendengar kita banyak yang berkata,”Kita sebenarnya belum merdeka,. Bla..bla.bla….” alangkah sedihnya mereka karena jiwa raga yang sudah dikorbankan ternyata sia-sia. Belum lagi, Bung Karno pasti sangat kecewa sekali karena sudah banyaknya jiwa yang sudah dikorbankan hanya untuk mendeklarasikan kata “Indonesia Merdeka”. Sedangkan kita dengan mudahnya mengeluarkan kata-kata “Indonesia belum merdeka.”

Tulisan ini tidak bermaksud menggurui atau membantah realita yang ada tetapi lebih baik bila pandangan optimis lebih ditampakkan daripada pesimis. Rasanya hal ini akan lebih bisa memberikan semangat baru di hari kemerdekaan ini.
Salam Merdeka!!! :D Semangat!!

Sabtu, 11 Agustus 2012

Why Should Be in Denial?

 Kadang sesuatu yang paling kita hindari atau kita sangkal adalah sesuatu yang sesungguhnya paling kita setujui atau senangi atau inginkan.



     Fakta yang lucu, kan? Kadang kita bilang engga untuk sesuatu yang sesungguhnya sangat kita inginkan cuma gara-gara gengsi. Atau kita menggelengkan kepala untuk suatu hal indah yang tersaji di depan mata hanya karena takut dengan omongan orang. Atau mungkin kita melakukan semua itu karena ego pribadi, prasangka di otak, barangkali juga trauma.

     Itulah kenapa saya ambil gambar Elizabeth Bennet dan Mr Darcy dari film favorit saya sepanjang masa, Pride and Prejudice buat entry ini. Siapapun tau, dua orang yang jadi couple legendaris ini terlibat kisah cinta BBC alias benci bilang cinta. Pada intinya, mereka ogah mengakui kalau sebenarnya di hati masing-masing ada rasa kagum (dan akhirnya berkembang jadi sayang) untuk lawannya. Dan semua itu terjadi karena mereka sering berantem!! Oke, mungkin bukan cuma karena itu. Tapi apapun alasannya, toh pada akhirnya mereka mengakui kalau mereka sudah saling jatuh cinta.
 
     Jujur, saya suka tersenyum geli sendiri kalau nonton tingkah couple ini di film. Geregetan gitu, kenapa sih, ngga ngaku aja kalo sama-sama suka. Tapi di dunia nyata memang lebih gampang menyangkal sesuatu yang paling kita inginkan. Apalagi kalau sesuatu itu berhubungan dengan perasaan dan menyangkut masa lalu. Ceileh..... Kita bilang ngga pengen balikan sama mantan, padahal sebenernya masih cinta setengah mati. Atau kalau kasusnya So Yi Jeong di Boys Before Flowers, bilangnya ngga percaya soulmate, padahal dalam hatinya udah jelas bahwa cinta masa kecilnya adalah soulmate yang selama ini ngga pernah terucapkan.

     Saya ngga munafik. Mungkin ada yang sedang mengalami hal yang sama. Ngga persis sama kaya kasusnya Lizzie-Darcy, tapi lumayan bikin frustrasi . Dan saya bertanya pada diri sendiri: why should be in denial ?? Saya bukan orang yang high-pride, juga bukan orang yang terbelenggu trauma masa lalu. Namun penyangkalan rupanya seperti jurus terbaik menghindari masalah: melarikan diri. Menghadapi ngga berani, tapi membuang jauh-jauh juga ngga bisa karena rasanya yang begitu tidak enak di hati.

     Mungkin cuma butuh keberanian. Mungkin juga cuma butuh waktu. Mungkin juga karena belum yakin sama perasaan masing-masing. Dan mungkin juga ngga perlu terus-terusan menyangkal. Kalau memang membahagiakan kenapa harus disembunyikan? Bener ngga?

ooh, iam a DREAMER..

Sheila adalah seorang PEMIMPI,tapi kadang gak pernah di realisasikan ! tau kenapa alasannya? M A L A S ! dan KARENA saya juga seorang PEMALAS, rajinnya cuma kalau disuruh MANDI ! haha

 

I have a dreeaam.. mungkin itu westlife tapi kalo aku I have dreamss more and much more....

First, aku pengen banget punya

 D O R A E MO N 
tapi, mau usaha kayak apa aja ini imposible banget buat
dijadiin NYATA

ok,and then.. i want to be a

 PSIKOLOG 
Bunda Romi, perempuan yg menginspirasi aku buat jadi psikolog (selain mama tentunya).
She's AMAZING, and i know. Dia yang menjadikanku tergila-gila
sama yang namanya psikologi.
Dan senyumnya itu teduh banget,
sebelas duabelaslah sama mama :)


yang Ketiga nih aku mau


 MESIN ATM 
aku pengen punya mesin ATM dirumah
tapi sistem nya yang UNLIMITED
jadi gak habis-habis.WOW..bayangin gak betapa
indahnya hidup??

terus terus aku mau kayak

 EMMA WATSON 
Udah ngetoop cantik pula
dia juga pinter (masuk oxford dong) :)
Dia perempuan yang keren banget {}


oohh tidaakkk !!!!
nampaknya aku harus bangun sekaraangg
B E L A J AR !!
untuk
M A S A D E P A N
:)haha