Label

Selasa, 23 Juli 2013

Dunno

Aku bingung harus nulis dimana rasa ga karuan ini. 

Twitter? hah, rasanya terlalu pendek karakter disana untuk menuliskan segala emosi hati yang memanjang dan melebar.
Facebook? Bikin diri makin malu aja, terlalu banyak orang disana.

Aku hanya ingin menulis, mengapa aku masih terseok-seok disini. Kenapa juga harus merasakan seperti ini. Bodoh-bodoh-bodoh.


Jujur saja, rasanya setelah hubungan selesai *maksudnyadiputusin* memang ga bikin aku terlalu sedih berkepanjangan, karena memang masih sedikit kenangan indah yang harus dilupakan. Tapi rasa syok nya masih sangat luar biasa terasa. Wajar kan, mengingat aku ga ngerasa ngelakuin kesalahan apapun dan tiba-tiba dia bilang kaya gitu. Rrrrrrr. Sakit, kecewa, dan bingung, JELAS!!

Awalnya emang susah buat terima. Apalagi dengan alasan klise yang sudah sangat umum. Tapi sudahlah, ini mungkin arti dari kalimat "Tuhan itu baik".

Aku cuma pengen omongannya bisa dipegang, semoga alasan yang dia kasih itu emang bener, bukan karena nutupin hal lain biar sok jaga perasaan. Haaalllaaahh

Aku tentu saja bukan siapa-siapa. Ga ada hal yang patut dibanggain dari sheila.
Tanpa prestasi dan terlalu kanak2, mungkin dulu juga hatinya bersama orang lain, bukan bersamaku.

Aku terhenti dan berpikir, mengapa tak ku lepaskan saja semua beban nya, karena memang sudah tak pantas untuk dipikirkan.

maybe he's the first person who could make me so very fall in love, like this.
HAH! I don't know.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar