Label

Selasa, 21 Oktober 2014

Tak Bisa Berhenti



Kenapa Tuhan menciptakan rasa lelah, itu karena Tuhan menyuruh kita rehat sebentar, berhenti sekadar melihat ke belakang, ke tampat yang selama ini tak pernah kita sadar lewati dengan cepat dan terlupakan begitu saja. Menyadari bahwa banyak yang terlewat dari gerak cepat kita yang maju ke depan tanpa sesekali memandang ke belakang. Tak ada yang salah dari maju dengan gerak cepat. Hanya saja semakin cepat kita bergerak, semakin banyak pula yang terlewatkan. Semakin banyak yang terlupakan, dan semakin pula tidak peduli dengan ‘kemarin’. 
Aku lelah, tapi aku tidak bisa berhenti. Aku lelah tapi yang kulakukan adalah berlari sambil menengok ke belakang, membuatku tersungkur berkali-kali dan terjatuh dengan keras. Aku luka. Aku sakit. Tapi aku benar-benar tidak bisa berhenti. Seakan ada dinosaurus yang akan memakanku bulat-bulat saat aku berhenti. Aku lelah, tapi aku tak mau menjadi manusia yang melupakan banyak hal. Aku mengeluh tapi aku benar-benar tidak bisa memperbaiki keadaanku.


Tolong, seseorang, hentikan aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar