Kenapa Tuhan menciptakan rasa lelah, itu karena Tuhan menyuruh
kita rehat sebentar, berhenti sekadar melihat ke belakang, ke tampat
yang selama ini tak pernah kita sadar lewati dengan cepat dan terlupakan
begitu saja. Menyadari bahwa banyak yang terlewat dari gerak cepat kita
yang maju ke depan tanpa sesekali memandang ke belakang. Tak ada yang
salah dari maju dengan gerak cepat. Hanya saja semakin cepat kita
bergerak, semakin banyak pula yang terlewatkan. Semakin banyak yang
terlupakan, dan semakin pula tidak peduli dengan ‘kemarin’.
Aku lelah, tapi aku tidak bisa berhenti. Aku lelah tapi yang
kulakukan adalah berlari sambil menengok ke belakang, membuatku
tersungkur berkali-kali dan terjatuh dengan keras. Aku luka. Aku sakit.
Tapi aku benar-benar tidak bisa berhenti. Seakan ada dinosaurus yang
akan memakanku bulat-bulat saat aku berhenti. Aku lelah, tapi aku tak
mau menjadi manusia yang melupakan banyak hal. Aku mengeluh tapi aku
benar-benar tidak bisa memperbaiki keadaanku.
Tolong, seseorang, hentikan aku.
Tolong, seseorang, hentikan aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar